Senin, 21 Juni 2010

Sehari Cinta part 2...Kejujuran cinta..

Malam itu, rooftoop 2nd floor rumahku, tak henti-hentinya kiriman sms menjerap dalam layar handphone buatan china milikku. Pesan singkat yang tak henti-hentinya kukirim dan kuterima menemani malam panjang itu. Semilir angin yang menyentuh roma bulu kuduk membuatku bergegas menuju kamar pribadiku. Beginilah derita panjang malam ini, pesakitan. ketika semua orang menikmati malam hidupnya, aku hanya terbujur lemah di seonggok kasur yang selalu menemani setiap malam-malamku, bagai dihujam pisau-pisau yang selalu menusuk setiap persendianku, aku hanya terdiam, kaku. Tapi rupanya ia tidak ingin mengetahui keadaanku. Baginya, aku hanyalah pembawa kebahagiaan yang dapat membuatnya bahagia setiap saat, tanpa mempedulikan apa yang terjadi padaku. Bahkan ketika aku mengeluh rasa sakitku yang teramat sangat padanya, ia hanya berkata ku terlalu manja, dan ia terus menguraikan kata-kata lain dalam setiap pesan singkatnya, tentu tanpa mempedulikan keadaanku. Ia bukanlah siapa-siapa bagiku, ia hanyalah sebuah memory indah yang tak pernah tercapai saat itu. Gadis itu, Laura, merupakan sebuah kenangan indah yang tak pernah tercapai karena suatu hal bagiku. Begitu banyak batas yang tidak bisa menyatukanku, begitu banyak sekat yang menghalangiku tuk bersamanya.

Malam itu, Pukul 00.00
Sebuah pesan singkat yang tak henti-hentinya mendarat di layar handphoneku kembali membangunkanku. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya sudah diselesaikan dari tadi kembali ditanyakan kepadaku. Seperti biasa, manusia selalu penuh pertanyaan yang sebenarnya bisa ia jawab sendiri, kita terlalu malas untuk sejenak berfikir menyelesaikan pertanyaan yang kita miliki. selalu mengandalkan seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah adalah sebuah kesalahan, walaupun tidak sepenuhnya salah. Karena bagaimanapun, kita diciptakan untuk saling mengisi kekosongan dalam hidup ini. Kubuka layar handphone yang dari tadi tidak henti-hentinya menyala. Namun entahlah, bagaimana seorang wanita dapat mengorbankan hubungannya yang telah berjalan lama hanya untuk sebuah keinginan. Padahal kita baru saling mengenal, Semua manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, dari sudut pandangnya, mungkin aku adalah sebuah kelebihan, sebuah keindahan yang ingin dia miliki, padahal bila ia tahu, mungkin aku hanyalah sebuah kemunafikan. Kemunafikan untuk tidak mengakui perasaanku secara langsung kepadanya.

Bila saja kau tahu perasaanku padamu,
aku tak hanya ingin skedar mengenalmu,
juga tak hanya ingin sekedar memilkimu,
Namun bagiku, semuanya adalah hidup.
Begitu banyak hal yang tidak bisa kuungkapkan padamu.
Begitu banyak hal yang tak bisa kujelaskan padamu.
Kalau saja waktu bisa kembali berputar.
aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu,
karena bagiku,
Kau adalah mimpi indah yang tak seharusnya hadir dalam dunia nyataku.

Pagi , jumat di penghujung akhir bulan mei itu, belum saja mataku terbuka untuk menyambut pagi ini, ia telah membangunkanku. Mendahului seseorang yang seharusnya membangunkanku di pagi yang cerah itu. Belum lagi kusempat membaca pesan singkatnya, ia kembali mengirimkan pesan singkat kepadaku. Entahlah siapa yang lebih ia pilih, aku atau pacarnya yang telah menemani dia lebih dari 2 tahun itu.

Kumandang suara adzan siang itu mengingatkanku untuk segera bergegas menuju rumah ibadah yang selalu dinanti-nanti, Tapi bagaimana mungkin jumat siang rumah ibadah itu selalu penuh? padahal di hari-hari lainnya rumah ibadah itu selalu sepi, terlalu enggan untuk dikunjungi. Lantas itukah yang disebut sebuah paksaan? hanya mereka yang bisa menjawab.

Menjalani hubungan dengan sebuah paksaan adalah sebuah kemunafikan, apalagi bila kita selalu membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain, Semua manusia diciptakan berbeda. Tidak semua yang kita inginkan harus selalu kita dapat, apalagi kita paksakan. Kebahagian bukan terlahir dari sejauh mana kita mempunyai pasangan yang sempurna, tapi kebahagiaan terlahir dari sebuah kesempurnaan untuk melihat kekurangan pasangan kita dengan mata sempurna. Janganlah sekali-sekali meragukan kesetiaan pasangan kita, karena ketika hal itu terjadi, sesungguhnya kesetiaan kitalah yang patut dipertanyakan.

Kejujuran cinta. Percayalah bahwa kau selalu dikelilingi oleh orang-orang yang selalu menjagamu, di setiap detik dan alunan langkahmu.

Terinspirasi dari pesan singkat dengannya yang tak henti-hentinya dua hari ini.

Cimanggis, 28 mei 2010



Maulana Yasha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar