Sabtu, 05 Juni 2010

Kejujuran diri..being honest part I

kejujuran..sebuah ungkapan klasik yang menuntun kita untuk menyelami dan mendalami bagaimana seseorang berbuat, bertindak dan berkata jujur..sebuah memory klasik yang buat sebagian orang dianggap tidak penting dan dianggap muna bila kita melakukannya...ketika manusia saat ini lebih berorientasi pada tujuan akhir -( bukan proses)- makna kejujuran sering dilupakan, karena kejujuran merupakan sebuah proses panjang yang menjadi dilema untuk kita lakukan.

sebuah metamorfosa yang membuat kita menjadi lebih baik, tidak mudah untuk menggapainya, namun tidak sulit untuk melakukannya. fenomena Kejujuran yang semakin mengikis, membuat penulis gusar karena saat ini sebagian manusia telah kehilangan sebuah kebanggaan yang teramat penting, ibarat rambut yang menjadi mahkota seorang perempuan, yakni kejujuran. Teringat akan proses panjang ketika penulis pun mengalami hal serupa, melupakan kejujuran. Semasa periode SMA, yang merupakan periode transisi yang mengantar penulis untuk menyelami setiap lekuk indahnya perbuatan tanpa sedikit kejujuran. Masa indah yang membuat penulis berperilaku seperti bintang yang terang benderang dengan bintang-bintang (dibaca ; teman) lainnya. Beraktivitas organisasi yang membuat lupa waktu, sebagai ketua osis dan MPK penulis pun terlalu menikmati sebuah keindahan berorganisasi ; rapat, mengurus rekanan sponsor sekolah dsb. saat itu penulis terlalu asik menyelami indahnya masa remaja tanpa sadar ada ancaman di depan, yakni Ujian semester, ujian akhir sekolah dan puncaknya ialah ujian nasional. saat itu penulis pun melupakan kejujuran ; menyontek, memperoleh soal ujian semester pun penulis tempuh untuk menghadapi ancaman ( ujian -red). tentu saja, nilai penulis pun selalu cemerlang karena mencontek.

Tapi tahukah anda? itu (mencontek-red) hanyalah sebuah fatamorgana yang penulis dapatkan, hanya seperti mendapat oase di tengah padang pasir yang mengharu perih tubuh ini, padahal oase itu tidak nyata. Sesungguhnya itu hanyalah keberhasilah sesaat. Menyontek dan membuat kebetan memang membuat kita tenang, tapi tahukah anda bahwa sejujurnya, berdasarkan pengalaman penulis, walau dalam keadaan bagaimanapun kejujuran adalah hal mutlak. Pergulatan batin dan pikiranlah yang membuat penulis berubah. memang di sisi lain kita memerlukan sebuah nilai bagus yang menjadi patokan keberhasilan. tapi adakah kepuasan batin ketika kita mendapatkannya dengan cara seperti itu?

Manusia berhasil bukan karena ia dilahirkan untuk menjadi seorang yang jenius, kita ditakdirkan sama adanya, namun kita sendirilah yang mengubahnya, bukan karena pintar, tapi karena kemauan. Bukan karena keberuntungan, tapi ini masalah keinginan. Semua orang ingin mendapat nilai bagus. Tapi sejauh mana anda merealisasikan keinginan anda untuk mendapatkan nilai bagus tersebut? bukan berarti kita tidak bisa merubahnya, tapi kita belum mau merubahnya. cobalah berusaha jujur dalam melaksanakan setiap alunan soal2 yang diberikan. Dengan berusaha keras, berdoa dan tentu kejujuran, nilai bagus mutlak menjadi milik anda.

Tulisan ini bukan bermaksud menggurui ataupun memaksa kalian untuk menjadi jujur. karena jujur adalah sebuah pilihan. Dan penulis pun menyadari, tidak selamanya kejujuran itu baik. perlu sedikit kebohongan untuk menjadi seperti ini. Terima kasih


Cimanggis, 6 mei 2010




Maulana Yasha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar